MENGATASI KETERPURUKAN

L.U

L.u

L.u

L.u

L.u

L.u

….

I hate this…!

 

Komunikasi Bisu

Kemajuan teknologi saat ini sangat luar biasa. Dalam waktu singkat perubahan muncul silih berganti.  Telepon genggam yang dulu  dimiliki oleh segelintir orang,sekarang menjadi lumrah  dipergunakan untuk mempermudah komunikasi oleh siapa saja.Khusus untuk telepon genggam semakin banyak ragam model  yang ada dipasaran  .Harga bervariasi dari yang termurah sampai  berharga jutaan rupiah. Fitur yang  disuguhkan setiap  model itu pun bermacam macam .Tinggal pilih. Anda dapat dengan mudah berselancar di dunia maya, berkomunikasi dengan bertatap muka, menikmati musik manapun yang anda suka dan lainnya  selain ber bicara  dimanapun anda butuhkan dan membuat pesan singkat.

Kemajuan ini pada satu sisi memberikan manfaat yang tidak sedikit. Tapi ada juga dampak negatif yang dihasilkan oleh sebab pemakain  .  Berkurangnya konsentrasi berkendaraan, sebagian ahli menyerukan  agar tidak mempergunakan telepon genggam  dalam waktu lama dan terlalu menempel pada telinga/kepala,karena akan mempengaruhi otak, dan lain lain.

Pada sisi kehidupan sosial, gejala itu sudah mulai terlihat. Dikeramaian  sering kita lihat begitu banyak orang yang dengan tekun melihat  pada layar  telepon genggam mereka. Duduk bersisian, berhadapan tanpa suara. Ruang yang ramai manusia tapi terasa lengang.

Dalam kehidupan keluarga hal ini juga terasa. Coba simak beberapa  kasus dibawah ini.

“Saya sedang menginap di rumah anak saya. Kebetulan ke dua cucu saya sedang libur sekolah.Kami berencana pergi ke Bogor untuk rekreasi. Diperjalanan yang saya lihat adalah anak dan menantu saya asyik dengan telepon genggam mereka. Pembicaraan hanya sebuah obrolan singkat,karena mereka kembali sibuk dengan kegiatan mereka. Ke dua cucu saya lebih banyak diam sambil memandang ke luar jendela,atau sekalisekali saling menggoda.Sudah terbiasakah mereka? Saya tidak tahu apa yang sedang dilakukan oleh mereka,tapi saya merasa sudah terjadi kondisi  terbalik.Yang dekat menjadi jauh sementara yang jauh menjadi dekat.”

“Hari ini saya begitu rindu kepada suami saya. Sepertinya sudah lama sekali kami tidak berbincang -bincang dengan tenang dan santai.Saya menyiapkan dalam pikiran saya beberapa topik pembicaraan yang menyenangkan. Setelah makan makan malam, kami duduk diruaang keluarga. Apa yang terjadi? Semua yang saya  harapkan buyar. Dia segera merraih telepon genggamnya dan terlihat begitu asyik. Sekali-sekali kepalanya terangkat membalas panggilan saya,untuk kembali menunduk dan menjawab pertanyaan saya dengan singkat.Semua keinginan yang ada dihati saya menguap begitu saja”.

Ini hanyalah sedikit contoh kecil yang terjadi dilingkungan kita.Anda mungkin bisa mulai mengamati sendiri hal-hal yang terjadi disekitar anda.Tekhnologi hendaknya dimanfaatkan dengan benar dan pada tempatnya.Kita tidak semestinya dikuasai oleh tekhnologi.Komunikasi bisu , itulah yang terjadi tanpa kita sadari. Dan hendaknya tidak terjadi pada anda.

Love…** Luv…. Lu…

Saya ingat …bertahun yang lalu, hati saya berdebar dan muka saya terasa panas ketika membaca tulisan I love You ,yang dicoretkan  kekasih saya diakhir suratnya. Saat ini mungkin kisah ini menjadi bahan canda disaat bernostalgia  masa lalu. Tapi saat ini juga  menjadi bahan renungan saya  tentang makna kata kata tersebut pada beberapa waktu belakangan ini.

Love, kata kata itu dulu biasanya dipakai,disampaikan pada waktu-waktu tertentu dan orang yang terpilih. Makna kata itu tersa sangat dalam ,dan kalau saya rasa cukup sakral. Contohnya pernyataan cinta kepada ibu saat ulang tahun nya, cinta kepada anak saat  dia berbahagia ataupun sebagai dukungan pada saat dia bersedih. Kepada pasangan hidup, teman baik,adik ,kakak, kekasih.

Saat ini (mohon dibaca dari sudut/pendapat saya, bukan secara umum), tulisan  itu muncul dalam bentuk yang bervariasi. Seperti  luv, l u  ,love u .Kata kata tersebut juga bisa dituliskan dibawah /menyertai pesan  yang biasa saja, dan kepada siapa saja. Maknanya mungkin menjadi lebih luas.Perhatikan sms, pesan fb,atau pun lainnya.

Ketika saya bertanya pada seseorang yang menulis kata lu ,di bawah pesannya ,apa alasannya menuliskan itu, dia menjawab  “Tidak ada maksud apa-apa.Biasa saja”, saya pun tertegun.

Mungkin makna tulisan itu menjadi sangat tergantung kepada yang menulis dan yang menerima. Dua-duanya biasa saja, dua-dua nya berdebar, atau yang menerima saja yang berdebar, atau.. .Ya kan ?

Ini menurut saya .Menurut kamu…?

ANDROPAUSE

Menopause , istilah ini sepertinya tidak asing lagi untuk  kita. Kondisi  yang ditemui pada wanita diusia senja, meskipun kini banyak juga ditemui pada usia muda.Menopause dini, begitulah istilahnya.  Menapouse dini bisa saja terjadi pada pemakaian  obat-obatan tertentu,seperti  obat pelangsing badan yang dipakai tidak menurut aturan dokter,atau memakai beberapa obat sekaligus. Akibatnyaterjadi kerusakan pada sel telur yang menyebabkan tidak  lagi memproduksi hormon estrogen.

Tapi pernah kah anda mengetahui bahwa pada pria pun sebenarnya terjadi proses  seperti ini.Usia tua mempengaruhi kondisi seksual manusia. Bila pada wanita yang turun adalah kadar hormon estrogen, maka pada pria yang turun adalah kadar hormon testosteron.

Hanya pada wanita masa peralihan menuju menopause terlihat jelas,seperti berhentinya menstruasi. pada pria tidak lah terlalu nyata. Biasanya  gejala yang muncul sering dihubungkan dengan kondisi lain.

Testosteron  adalah hormon steroid yang merupakan hormon seks utama. Diproduksi oleh testis dan kelenjar adrenal.  Hormon ini sangat penting untuk perilaku seksual normal dan ereksi.  Selain itu Hormon ini mempengaruhi aktivitas metabolisme, fungsi imun,osteoporosis, dan lain lain. Umumnya penurunan hormon terjadi pada usia 40  an tahun, tapi ada juga yang mulai pada usia lebih lanjut.Selain faktor alami, penurunan ini juga dipengaruhi oleh faktor gaya hidup, merokok, alkohol, kurang berolah raga,kegemukan ,sters,depresi. (dr.BOYKE NUGRAHA,seksolog)

Tanda -tanda datangnya andropause muncul bertahap. Perubahan sikap,kelelahan, energi susut,gairah seks berkurang dan menurunnya kelincahan fisik(situs andropause,com) .Seiring dengan itu, terjadi kondisi rentan pada penyakit, massa dan kekuatan otot berkurang, resiko penyakit  jantung dan pembuluh darah meningkat.

Menurut psikolog Zainudddin Sri Kuncoro, pria pada fase andropouse memang mengalami penurunan rasa rasa kenyamanan,seperti lelah, depresi, bingung dan berkeringat malam hari.  Sering merasa sedih,pemarah,emosi tak terkontrol,daya ingat menurun,dan gangguan tidur.Terjadi juga gangguan hasrat seksual, kesuburan berkurang, komposisi tubuh berubah terutama meningkat nya lemak perut dan rambut berkurang.Keresahan  yang luar bisa cenderung berujung pada aspek fisik  karena pria  bersifat logis.

Terapi yang biasa diberikan adalah suntik hormon testosteron  atau HRT (hormone replacement therapies) .Tapi efeknya tubuh menjadi malas memproduksi sendiri testosteron.Jadi  para pria perlu menjaga gaya hidup,olah raga dan menghindari stres dan depresi(dr.BOYKE NUGRAHA,seksolog).

Mengenal andropause bermanfaat untuk mempersiapkan diri secara fisik dan mental menghadapi usia senja. Menghindari andropause dini yang disebabkan oleh perilaku  gaya hidup yang tidak tepat.  Hidup sehat dan berbahagia  di hari tua.

indonesia mencari bakat

Acara Indonesia mencari bakat saat ini sedang digemari nyaris semua orang,termasuk keluarga kami.Masing masing memiliki favorit sendiri sendiri.Brandon,Klantink,JP dan Putri Ayu nominasi utama. Acara ini memang betul-betul acara keluarga. Tapi pernahkah anda berpikir bahwa acara ini  mempengaruhi cita-cita dan harapan seseorang,khususnya anak anda?  Secara tak terduga seorang teman bercerita tentang anaknya, yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama. Awalnya anak nya bercita cita menjadi polisi, dan bersifat agak pendiam.Setelah berkali kali menonton tayangan tersebut diatas  mendadak senang bernyanyi, meskipun suaranya tidak lah bagus. “Aku ingin menjadi penyanyi ” katanya pada temanku. Lho…!

racun disekitar kita,lewat dapur.

Membuat menu keluarga bukan perkara mudah.Selera keluarga,sebagai hal pedoman awal agar anggota keluarga dapat menikmati sajian dengan berselera. Setelah itu perlu pula dipikirkan telah memenuhi kebutuhan gizikah makanan tersebut?
Kita dapat m,empermudah hal ini dengan mengintip  saran menu yang sering ada di majalah atau media lain. Setelah itu menyusun menu mingguan.

Sekarang kita  tinggal membeli bahan yang diperlukan . Disinilah kesulitan yang utama muncul. Sehatkah bahan -bahan itu? Tidak dapat disangkal bahwa bahan makanan yang tersedia banyak yang terkontaminasi bahan yang berbahaya untuk kesehatan manusia.Ingatkah anda tentang masalah formalin,borax, pemutih, yang secara tidak bertanggung jawab diberikan pada bahan makanan  dengan berbagai alasan. Ikan sangat penting untuk kesehatan,dan menjadi pilihan utama sebagai sumber protein ,rendah kolesterol, mengandung omega dan lain dan lain yang banyak dituliskan dan di dorong pemakaiannya pada masyarakat. Tapi kita tidak yakin aman dengan pengawet formalinn! Menu lalapan juga pilihan sehat.Tapi bagaimana dengan pestisida yang yang disemprotkan untuk  menghalau hama? Begitu juga tempe,tahu tidak lagi kita yakini bahwa itu tidak mengandung campuran bahan lain, ikan asin, ayam potong maupun ayam olahan.

Bisa saja kita menutup mata dengan menganggap bahwa semua aman,toh sudah dikontrol oleh pemerintah.Tapi kontrol yang tidak terus menerus dan pemberian ganjaran pada pelaku yang  tidak membuat  jera ,menyebabkan  kemungkinan tersebut tetap ada.

Tanggung jawab para produsen makanan memang menjadi kunci permasalahan ini. Penjual yam tidak lagi memaksakan menjual ayam yang sudah mati/busuk dengan merendam dengan bahan berbahaya seperti pemutih, menipu pembeli dengan menjajakannya sebagai makanan olahan dengan harga murah. Tidak ada alasan rugi atau tidak tahu.Pembeli pun harus semakin jeli.Perhatikan dengan jelas tanda-tanda bahan segar yang sudah disebarkan pemerintah,tidak tergoda oleh bahan/makanan murah.  Kita tidak mengalami dampak itu segera.Perlu proses lama bahan -bahan berbahya itu menggerogoti organ tubuh kita. Sungguh…kita harus bertanggung jawab pada  kesehatan  keluarga.

Selayaknya kita meminta pemerintah bersungguh-sungguh menjamin kesehatan masyarakat  dengan memastikan tidak ada lagi bahan berbahaya yang beredar di pasaran,dengan memantau secara ketat dan berkesinambungan,memberi solusi pada penyedia bahan/produsen  agar dapat mempergunakan pengawet yang dibenarkan untuk mencegah kerugian, dan bentuk  tindakan lainnya yang menguntungkan kedua belah pihak,pembeli dan penjual.  Dalam hal ini yang jelas menjadi pihak paling dirugikan adalah pembeli.

Mari menjadi pembeli yang jeli dan berani untuk tidak membeli.Percayalah hal ini akan memberi dampak positif.Karena penjual tidak mendapat keuntungan apapun dengan tipu daya mereka.