BUAH DELIMA.

Dulu ada seorang pria yang memiliki banyak pohon buah delima di kebunnya.Dan setiap musim gugur ia letakkan buah delimanya di atas nampan dari perak di luar tempat tinggalnya,dan di atasnya ia letakkan tanda yang bertulikan”Silahkan ambil sebuah”.

Tetapi semua orang yang lewat tidak pernah mengambil buah itu.

Lalu pria ini berkata dalam hati,dan pada suatu musim gugur ia tidak lagi meletakkan buah delima dengan nampan perak di luar tempat tinggalnya,tetapi ia pasang tanda dengan tulisan besar-besar:”Disini kami sediakan buah delima yang terbaik di negeri ini,tetapi kami menjual nya lebih mahal daripada buah delima maqnapun”.

Dan lihatlah,semua pria wanita dari lingkungan sana segera datang membelinya.

 

 

Di kutip dari buku  KAHLIL GIBRAN

SANG PENGEMBARA(THE WANDERER)

 

 

WARTEG

Saya yakin anda semua tahu warteg. warung sederhana yang menyediakan bermacam rupa lauk pauk plus nasi. Harga murah dan seringkali mempunyai cita rasa yang enak.Kita akan duduk berkeliling di depan  lemari kaca yang diisi dengan masakan jadi.Anda tinggal memilih menu yang anda inginkan. Anda  pasti keluar dari tempat tersebut dengan perut kenyang tapi kantong tidak   bolong…!

Warteg  merupakan singkatan dari warung tegal.Mungkin dulu.. yang memulai usaha ini adalah orang tegal.warteg tersebar cukup rapat di sepanjang jalan. Pengunjung,pelanggan warteg biasanya adalah pekerja kelas menengah, buruh, tukang becak, atau anak kuliahan ,yang jelas mencari tempat makan yang tidak mahal. Sepiring nasi putih,lauk tempe goreng dan siraman kuah sayur  dan segelas teh manis hangat cukup mengenyangkan mereka.

Terus terang keberadaan warteg sangat membantu mereka yang  memiliki ekonomi pas-pas an.

Tapi ketenangan pikiran saya terganggu dengan adanya berita bahwa warteg akan di kenai pajak penghasilan. Latar belakang muncul nya rencana ini karena “mereka” mendapatkan data bahwa ada ribuan warteg yang tersebar di daerah tersebut. Lalu dengan mulai menghitung jumlah pajak per warteg dikalikan dengan jumlah warteg maka dapatlah nilai  setoran yang mungkin didapat.

Saya bukan praktisi apa-apa yang mengerti  seluk beluk pajak.Tapi saya berpikir secara logis saja. Bila ada beban pajak maka jelas akan dibebankan kepada konsumen melalui kenaikan harga makanan.Kalau sekarang saja mereka sudah pusing dengan harga bahan mentah lalu bagaimana dengan pajak? Kasihan… karena pengunjung  seperti yang kita ketahui adalah orang yang tidak mempunyai uang berlebih.Kenaikan 500 rupiah saja akan menghilangkan hak mereka untuk sepotong tempe goreng!

Batin saya mengeluh mengapa mereka tidak memakai sumber lain.Kita tahu didalam pemberitaan tentang pajak,bagaimana para petugas pemungut pajak kesulitan untuk menarik pajak dari orang-orang kaya.

Biarlah mereka menikmati warteg seperti sekarang.

 

 

 

 

BUNUH DIRI

Coba kita cermati,kasus yang terjadi di dalam kehidupan masyarakat kita. Bunuh diri …!

Apakah itu tidak menyentuh perasaan anda? Mengerikan, tragis, dan patut dipikirkan.

Pelaku nya tidak hanya terbatas pada satu kelompok umur saja,tapi bervariasi dari anak-anak,remaja ,dewasa bahkan orang tua.Kita tidak akan membahas nya secara teoritis.tetapi nalar yang sewajarnya timbul pada individu yang masih memiliki  perasaan  dan perhatian pada kondisi yang dialami orang lain.

Penyebab keinginan bunuh diri memang dapat dikarenakan faktor gangguan jiwa berat,psikosis( adanya halusinasi berupa suara yang menyuruh untuk melakukan  suatu tindakan)_ Tapi dapat  juga karena faktor depressi.TEkanan yang berasal dari luar dirinya. Banyak hal sebagai penyebab.Patah hati, meninggal nya salah seorang anggota keluarga atau orang  yang dekat dengan nya,  masalah ekonomi,musibah, sebagai korban kejahatan  ,malu dan lain lain. Kelenturan mental seseorang sangat mempengaruhi kemampuan nya menghadapi tekanan tersebut. Seseorang yang memiliki mental yang kuat tidak akan pernah terlintas di dalam pikirannya untuk melakukan tindakan bunuh diri.Tapi pada mereka yang sebaliknya akan dengan mudah memilih tindakan ini untuk alasan yang sederhana.

Selayaknya kita mulai memperhatikan orang yang berada di dalam keluarga kita seperti anak,istri, suami , orang tua khususnya dan kenalan kita secara umumnya.Perubahan prilaku yang tidak seperti biasanya terutama dalam jangka waktu lama hendaknya segera disikapi dengan baik.Contohnya siA berwatak periang mendadak menjadi muram dan mengurung diri dalam beberapa hari.Berusahalah mencari tahu penyebabnya melalui pendekatan pada dirinya atau melalui teman teman dekatnya. Bersikaplah bijaksana  dan dapat menjadi orang yang dapat  dipercaya dan mau mengerti. Orang tua yang memiliki anak yang masih remaja mungkin akan menghadapi kondisi dimana mereka patah hati, rendah diri, tertekan oleh lingkungan sekolah ,sebaiknya tidak mengabaikan perasaan mereka.Menganggap mereka cengeng, lemah mengada-ada akan meyebabkan mereka kehilangan tempat berlindung dan menggantungkan harapan dan kekuatan diri mereka kembali.

Menciptakan rumah tangga  yang hangat,nyaman dengan anggota kelauarga yang saling terbuka dan mendukung  akan memberikan efek positif dalam menghadapi dan memecahkan masalah yang berat.

Kita sepatutnya bersedih karena kondisi keluarga dan masyarakat saat ini terutama di kota besar tidak lah seperti yang diharapkan.  Komunikasi basa basi, tidak acuh, kesibukan luar biasa karena pekerjaan, tidak   dapat dipercaya, tidak  berkeinginan memberikan jalan keluar kepada orang lain  yang membutuhkan,  persaingan yang ketat dan tidak jarang menjadi tidak sehat  dan lain lain yang mungkin dapat anda temukan sendiri. SEmua kondisi ini menyebabkan mereka yang tinggal dalam kondisi ini akan menjadi individu yang kesepiaan dan kehilangan harapan .Jalan pintas yang mungkin  akan diambil untuk semua kebuntuan tadi adalah BUNUH DIRI.

Marilah kita menyehatkan jiwa kita sendiri dan keluarga.Dengan demikiaan  harapan untuk membantu mereka yang mengalami “jiwa yang sakit” dapatlah kita lakukan.

NB: hari  ini saya membaca lagi berita  tentang bunuh diri .Sepasang suami istri yang meninggalkan 3 anak yang mansih kecil-kecil dan seorang pemuda berusia 20 tahun yang menjadi tulang punggung keluarga.Alasan mereka sama .Putus asa karena tidak tahan dengan beban hidup/ekonomi yang ada di pundak mereka.Rp.25 .000 per hari sebagai upah buruh sangat tidak cukup untuk  memenuhi kehidupan mereka yang paling sederhana.

GELANDANGAN

Gelandangan ,asal katanya adalah gelandang, yang berarti yang selalu mengembara,yang berkelana. Ada pandangan bahwa gelandangan adalah sisa kebiasaan mengembara yang sudah muncul dalam masyarakat tradisional ,yang pada masa itu justru dilihat dengan pandangan romantisme. Ada beberapa jenis pengembara lagi yang berasal dari bidang seni. Rombongan tukang ngamen  atau pemain reog.

Gelandangan juga dilukiskan sebagai orang yang tidak mempunyai pekerjaan yang tetap dan layak juga tidak memiliki tempat tinggal yang tetap dan layak. Makan disembarang tempat dan seringkali tidak layak,seperti mengambil dari tempat sampah.Pekerjaan mereka   berupa pengumpul barang bekas, mengemis, kuli angkut,  pekerja seks , kriminal seperti mencuri, mencopet dan lain lain yang semuanya dilakukan secara tidak tetap. Hidup mereka dapat berkelompok atau menyendiri.

Gelandangan muncul akibat  perpindahan penduduk dari desa ke kota.Desa yang tidak lagi dapat menjamin kelangsungan hidup yang layak, perkembangan bagi mereka yang sudah mengeyam pendidikan, tidak punya tanah garapan, terpancing  cerita atau keberadaan teman yang pulang dari kota, tayangan telivisi yang menonjolkan kehidupan sosial yang mewah, sementara kota sepertinya menjanjikan semua hal yang muluk tersebut. Bagi mereka yang memiliki kenalan dan ketrampilan  keadaan mungkin akan lebih baik.Tapi mereka yang datang tanpa kenalan serta tanpa ketrampilan apapun sering berakhir menjadi gelandangan.Kembali ke desa adalah pilihan terakhir atau bukan pilihan sama sekali karena  malu.

Banyak hal yang menyebabkan seseorang menjadi gelandangan. Masalah gelandangan sangat rumit.  Faktor ekonomi menjadi pemicu utama.  Seharusnya pemerintah mampu meratakan pembangunan disetiap desa, membuka lapangan kerja, mengatur kepemilikan tanah  garapan,sawah sehingga tidak dengan mudah dikuasai oleh mereka yang bermodal besar,Tanah itu berubah fungsi menjadi bangunan, atau tetap tanah garapan tapi tidak lagi dapat dipergunakan oleh petani setempat.

KIta adalah kelompok keluarga.Tidak dapat mengabaikan keberadaan mereka,karena mereka adalah manusia yang kehilangan hak hidup normal mereka. Mengembalikan mereka kepada kehidupan normal bukan perkara mudah. Yang paling mungkin dapat kita lakukan untuk membantu mereka adalah menghilangkan stigma buruk  terhadap mereka yang ada di dalam pikiran kita.Mengusahakan lapangan kerja  dengan memberikan kesempatan bagi mereka yang sudah memdapat pelatihan di panti sosial, bahkan yang lebih ideal adalah bersama memajukan desa mandiri. Membuka peluang pendidikan sekaligus pekerjaan di desa.

Pada dasarnya gelandangan bukan orang yang pemalas, tapi mereka hanya tidak beruntung dan tidak mendapat kesempatan mencicipi kemajuan pembangunan dan ekonomi negara ini.

 

TULI

Dulu ku kira,

jangkrik bernyanyi  siang hari.

Seperti kusangka,

kutilang berkicau di pucuk cempaka.

Dan tak ku duga, gelang rantaiku,

meninju gendang telinga,

mereka yang disebelahku.

 

Dari ada menjadi tiada,

Pernah kucicip semua kata

desau angin di sela daun

gesekan dawai yang bening

suaramu…

 

Kini,

ku telah menerima,

mata bersorot iba,

mulut membulat

jari memeta,

bahu mengedik  ,

 

Kunikmati hening di tengah ramai,

alam murni suara Illahi.

 

PUTRI DAN DINAR

ketika kalian tergolek

dan aku masih nulis pusi

kuingat senandung mendiang kakekmu

bahwa duka manusia

sememtara terlupa dalam tidur

namun begitu terjaga

air asam menggelitik liang luka

pedihnya orang papa

mimpi bunga tidur

mati bunga kehidupan

hanyalah hiburan sementara

dua lambang yang lewat

dalam duniamu

baiklah

sebelum tapak kakimu pecah

seperti aku

tinggallah lelap

tanpa mimpi

sememtara aku tetap terengah

sampai esok pagi

 

Kutipan buku BERKAS PUISI YANG HAMPIR HILANG

Sajak sajak SANDY TYAS

ETIKA

Etika,budi pekerti, tata krama semua berhubungan dengan perilaku. Sikap seseorang maupun masyarakat.  Coba kita perhatikan, di tempat tempat kita dapat bertemu,berkumpul, suasana yang kita rasakan, nyaman atau tidak nyaman,aman atau tidak aman, akan sangat dipengaruhi oleh sikap orang-orang yang ada disekitar kita saat itu.

Pada saat sekarang, etika bukan lagi me3njadi hal yang penting ,yang perlu diperhatikan ,disikapi oleh kebanyakan orang.Bukankah kita sering merasa kesal ketika seseorang dengan seenaknya menyela antrian di  kasir swalayan, melintasi bahu jalan  di jalan tol yang sebenarnya dipersiapkan untuk hal -hal penting,merokok di dalam kendaraan umum, berbicara kasar kepada pembantu rumah tangga. Banyak contoh lain yang dapat kita sebutkan.

Etika sangat erat hubungannya dengan tanggunga jawab. Mengapa? Karena etika mementingkan  sebab akibat dari sikap maupun perbuatan kita. KIta seharusnya bertanggung jawab pada perbuatan kita. Hal kecil yang sepertinya tidak mengakibatkan apa-apa dapat berubah menjadi hal yang tidak terduga. Etika lah yang menghentikan kebiasaan kita membuang sebuah bungkus permen seenaknya,mungkin karena kita berpikir ” ah.. barang kecil , repot cari tempat sampah “. Karena kita mengerti bahwa hal tersebut tidak pantas.Sampah sekecil apapun harus dibuang ke tempat sampah. Sampah bungkus permen itu akan terlihat mengganggu kenyamanan bila tergeletak di lantai ruangan yang sudah bersih rapi. Betulkan? Bisa kita bayangkan kalau ada seratus bungkus permen ,sepuluh gelas mineral bekas,satu bungkus sisa nasi ramas menumpuk di saluran air .Barang-barang itu menyumpal lubang saluran,dan ketika hujan lebat air meluap ke luar karena tidak bisa mengalir.

TIdak aneh kalau kita sering mendengar orang menggerutu, banjir di mana mana.Menggerutu kepada pemerintah yang tidak becus mengelola sampah yang menyebabkan banjir.Menggerutu  untuk banyak hal lainnya lagi.Menyalahkan pihak lain yang kita anggap bwertanggung jawab. Tapi kita lupa bahwa  kita pun bertanggung jawab untuk hal tersebut. Satu bungkus permen yang kita lemparkan ke dalam got tetaplah sebagai salah satu penyebab.

Etika juga mebentuk suasana kekerabatan ,hubungan sosial yang nyaman. Karena kita memperhatikan cara kita berbicara,bersikap kepada orang lain. Berkata sopan, bersikap semestinya kepada orang yang lebih tua, lebih muda, teman sebaya.  Hal ini mungkin dianggap remeh, tapi jelas tidak bisa dianggap  tidak penting.Apakah anda merasa nyaman ketika seseorang bertanya kepada anda dengan suara yang tidak ramah,sombong,sambil bertolak pinggang?

Etika tidak muncul begitu saja.Pada setiap individu akan erat hubungannya dengan sikap yang ada di dalam keluarga  dan lingkungan.Jangan mengharap anak kita berbicara sopan andaikan kita sering memaki di depannya, jangan harap anak anda akan antri dengan sabar bila anda senang menyela antrian orang lain walaupun anda beralasan belanjaan anda hanya sebotol kecap  sementara orang di depan anda belajaannya satu keranjang.Jangan harap anak anda tida menjadi koruptor apabila anda selalu berbicara tentang uang,uang dan uang.

Kita orang tua,bertanggung jawab penuh pada sikap dan kepribadian anak. Lingkungan memang mempengaruhi.Tetapi sedikit banyaknya hal-hal baik yang menjadi kebiasaan mereka sehari-hari akan menjadi pagar pelindung bagi  mereka.Mulailah untuk berhenti berpikir bahwa etika,perilaku yang baik akan muncul begitu saja.Bertumpu pada kepercayaan bahwa mereka sudah mendapat pendidikan di sekolah. Pendidikan yang tinggi, ekonomi yang mapan,kedudukan yang baik tidak bisa menjadi patokan apakah seseorang itu ber etika yang baik .

Bila setiap keluarga menghasilkan  satu anak ber etika yang baik,maka besar harapan kita bahwa masyarakat yang terbentuk adalah masyarakat yang baik dan lingkungan yang  baik pula.

Marilah kita mulai dari diri kita sendiri…

 

 

 

 

Previous Older Entries