MENGATASI KETERPURUKAN

TATA KOTA

Pagi itu sebelum jam menunjukkan pukul enam saya berjalan kaki dari rumah menuju pasar kaget yang tidak terlalu jauh dari komplek tempat saya tinggal.Udara terasa sejuk setelah hujan semalam.Kabut terlihat masih  melayang dipermukaan tanah.Pemukiman ini memang terletak jauh dari ibukota dan hanya berjarak beberapa kilometer dari perkampungan  penduduk yang masih penuh dengan pohon kecapi,rambutan,pisang bahkan tanaman sayur yang sering dijual langsung kepada kami.

Diluar komplek saya langsung berada di jalan besar yang sudah dipenuhi kendaraan yang lalu lalang.Angkutan umum maupun kendaraan pribadi ditambah motor motor yang sering dikendarai dengan kecepatan tinggi.
Ketenangan saya berjalan kaki mulai terganggu.Jalan umum tanpa trotoar membuat saya harus berjalan dengan sangat berhati hati bahkan was was akan diserempet kendaraan.Awal pagi yang menyenangkan berubah seketika seakan akan melewati pertempuran.

Tata ruang kita memang tidak manusiawi. Perhatikanlah bahwa jalan jalan raya bahkan jalan di perumahan sering sekali tanpa menyediakan area khusus untuk pejalan kaki. Kalaupun ada trotoar biasanya akan beralih fungsi menjadi lokasi warung atau tempat gerobak makanan.Adakalanya pemerintah setempat menanam pohon dengan maksud penghijauan tapi akhirnya merusak fungsi trotoar karena mereka menanamnya tepat di tengah badan trotoar.Terbayangkan bahwa mereka berjalan terpaksa turun ke badan jalan untuk meneruskan langkah  kedepan.
Toko toko yang berderet disepanjang jalan pun tidak kalah egois.Barang dagangan mereka disusun sedemikian rupa merambah areal yang seharusnya menjadi lahan kosong sebagai pembatas antara toko dan jalan.

Kita patut iri dan mengurut dada melihat tayangan tata kota di negara asing seperti Eropa.Jelas sekali mereka mengatur dengan baik areal pejalan kaki pengendara sepeda dan jalan umum.Ibu ibu bisa mendorong kereta bayi dengan tenang,orang orang bersepeda dengan nyaman dan sangat natural.Pengendara mobil dan motor bergerak dengan santun.
Penyeberangan  atau zebra cross berfungsi dengan baik.Kendaraan akan berhenti  dengan sabar memberi kesempatan pada pejalan kaki untuk menyeberang.Di tempat kita sering kali untuk memperlambat kendaraan pun mereka enggan  pejalan kaki lah yang harus mengalah.

Saya tidak tahu kesalahan ini berasal dari mana.Yang jelas dengan melihat semua tempat yang saya lalui temasuk kota kota lain yang baru berkembang sudah telihat tak tertata baik.tidak ada keindahan dan kenyamanan.Mungkin anda pernah mengalami melewati daerah Sawangan Depok dan Pondok cabe Pamulang, Beberapa tahun yang lalu adalah daerah penuh pohon pohon bambu dan sangat rindang
Setelah pengembang perumahan masuk ke daerah tersebut mulailah daerah itu kehilangan wajah asli nya.Tidak ada aturan jelas yang sepatutnya dikontrol dan dipertahankan oleh pemerintah daerah.Semua bergerak sesuai keinginan sendiri. Perhatikan toko makanan.bengkel.material asyik dengan aturan mereka sendiri.Berantakan tak tertata.begitulah.Apakah kita memang produk manusia egois sehingga kita merasa tidak perlu memperhatikan bagaimana keselarasan dengan lingkungan.?

Saya akhirnya sampai di pasar dengan tubuh penuh keringat karena perasaan tidak aman selama berjalan kaki.
Perhatian saya tidak lagi sepenuh pada belanja yang sudah saya rencanakan.perasaan jengkel dan kecewa lebih membebani saya saat ini
Kapan kita akan berubah?Perubahan memang tidak hanya tegantung pada pemerintah tapi juga pada masyarakat yang selayaknya mulai merasa bertanggung jawab pada lingkungan.Tapi dengan peran mereka pemerintah jelas punya kewajiban dan hak untuk membuat dan menindaklanjuti pengaturan tata kota termasuk penertiban asalkan mereka berminat untuk itu. Membentuk tata ruang kota yang manusiawi.