SURGA DIBAWAH TELAPAK KAKI IBU

“SURGA ITU…DITELAPAK KAKI IBU”
Pernah mendengar atau mengetahui lagu itu? Lagu yang pernah dinyanyikan seorang biduanita terkenal dengan lagam melayu yang saya tidak ingat lagi namanya.Isinya sangat jelas berisi nasihat tentang bagaimana pentingnya untuk mengikuti dan menghormati nasehat ibu yang diyakini penuh kebenaran dan doa yang abadi.Seperti ibu
Pernah ada cerita lucu yang menceritakan seorang anak balita menarik kaki ibunya dan melihat lihat dengan serius telapak kaki ibunya sambil bertanya”ma….memangnya dikaki mama ada surga..?”

Yang ingin saya jadikan renungan pada kalimat tadi adalah makna surga yang diberikan oleh seorang ibu kepada anaknya.Surga  yang bermakna kebahagiaan pada anak dan keluarganya didunia dan surga yang diharapkan di akhirat.
Sebagai ibu tentu kita akan memperhatikan bagaimana anak anak kita dapat hidup dengan sehat.Berusaha mengolah makanan yang baik dan lezat,mengupayakan mereka dapat menikmati hidangan dengan senang.
Sebagaimana ibu kita akan memperhatikan kebutuhan mereka akan pendidikan,bahkan kebutuhan lain yang menunjang kepercayaan mereka di lingkungan pergaulan mereka.contohnya pakaian yang pantas dan bersih.
Seperti ibu lainnya kita sangat berharap cemas ketika mereka sakit.kita berusaha agar mereka mendapat pelayanan kesehatan yang sebaik baiknya

Tapi…apakah itu semua dapat kita wakilkan kepada orang lain?
Pengasuh anak yang paling terampil yang kita peroleh dari agen ternama?Ahli masak yang terpandai dengan masakan lezat?
Dokter yang ada di rumah sakit tercanggih?
Mohon untuk tidak menanggapi ini dengan sinis…ketika saya merasa sangat sedih sewaktu mendengar seorang anak menelpon si mbok nya untuk dimasakan semur daging yang dianggapnya sebagai masakan terlezat, atau ketika seorang anak yang punya fasiltas lebih menelpon sopirnya dengan menangis karena dadanya tersa sakit.kemudiaan sang sopoir datang gergopoh-gopoh kesekolah  dan membawanya ke rumah sakit.Atau ketika si anak tidak bereaksi lebih sewaktu ibunya akan berangkat kerja ke luar kota tapi menangis meraung raung ketika si mbak pulang kampung.
Bahkan saat seorang gadis menangis sedih di pelukan ibu tetangganya ketika ia bermasalah dengan kekasihnya.

Kemanakah ibu-ibu mereka.?
Tentu saja mereka ada.tapi mungkin sedang berada di ruang rapat yang tidak dapat ditinggalkan saat anak merasa sakit.mereka mungkin segera mengintruksikan sopir atau pembantu untuk membawa anaknya segera ke rumah sakit langganan mereka.Dan datang setelah anak anak sudah tenang diruang rawat.
Mungkin mereka sedang berkumpul dengan teman teman arisan ataupun kegiatan organisasi wanita lainnya saat si anak dengan manja meminta masakan semur daging pada si mbok.dan setelah itu mereka akan pulang sambil memuji masakan si mbok dan sekantong oleholeh.
Mungkin mereka sedang pergi kencan dengan pria lain dengan alasan kesepian sewaktu anaknya membutuhkan perhatiaan dan pelukannya.

Kondisi ini tentu bukan hanya sewaktu-waktu dan sungguh tidak dapat dihindarkan.tapi lebih cenderung pada pengalihan tanggung jawab dan penyerahan  status ibu kepada yang lain.
Kita semua sadar bahwa perempuan saat ini sudah memliki ketrampilan,pendidikan tinggi yang memungkinkan mereka ada pada posisi penting pekerjaan mereka.Tidak pula dapat dikesampingkan akan hak mereka untuk mengembangkan kemampuaan pribadi mereka.
Tidak mudah membagi antara tuntutan profesi dengan tanggung jawab keluarga.Ada yang bisa mengatakan bahwa mereka mampu membagi semua dengan adil.Saya tidak lalai menelpon di setiap kesempatan,menanyakan apa yang ingin mereka santap hari ini dan meminta pembantu untuk memasakkan untuk mereka,menanyakan kebutuhan mereka.Buktinya mereka dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik, menjadi anak yang yang mandiri dan berhasil.

Tetapi untuk sebuah makna surga…marilah kita yang pernah menikmati dekapan hangat ibu saat kita berlinang air mata,menikmati semangkuk sup kacang merah yang dimasak dan disajikan dengan kasih sayang,berpegang pada genggaman erat saat kita menahan sakit,tertawa berderai   bersama pada waktu senang….dan mengenang semua yang dilakukannya dalam kesehariaan. Mengingat keteladanannya tentang kasih sayang,toleransi,sopan santun dan yang melebihi semua itu kita tahu bahwa ibu selalu ada dalam waktu baik maupun buruk.Tidak ada sangsi akan lengan dan dekapan yang selalu terbuka.  Marilah kita menyadari dengan baik bahwa surga itulah yang kita akan serahkan kepada anak anak kita.
Bagaimana kita mengenalkan kasih sayang,menaruh rasa hormat,menghargai kesetiaan pada pasangan dan keluarga,memberikan kehangatan dan mengisi jiwa mereka dengan kebahagiaan batiniah selain kemakmuran duniawi. ..yang akan diberikan kepada keluarga mereka sendiri nantinya secara naluriah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: