BUNUH DIRI

Coba kita cermati,kasus yang terjadi di dalam kehidupan masyarakat kita. Bunuh diri …!

Apakah itu tidak menyentuh perasaan anda? Mengerikan, tragis, dan patut dipikirkan.

Pelaku nya tidak hanya terbatas pada satu kelompok umur saja,tapi bervariasi dari anak-anak,remaja ,dewasa bahkan orang tua.Kita tidak akan membahas nya secara teoritis.tetapi nalar yang sewajarnya timbul pada individu yang masih memiliki  perasaan  dan perhatian pada kondisi yang dialami orang lain.

Penyebab keinginan bunuh diri memang dapat dikarenakan faktor gangguan jiwa berat,psikosis( adanya halusinasi berupa suara yang menyuruh untuk melakukan  suatu tindakan)_ Tapi dapat  juga karena faktor depressi.TEkanan yang berasal dari luar dirinya. Banyak hal sebagai penyebab.Patah hati, meninggal nya salah seorang anggota keluarga atau orang  yang dekat dengan nya,  masalah ekonomi,musibah, sebagai korban kejahatan  ,malu dan lain lain. Kelenturan mental seseorang sangat mempengaruhi kemampuan nya menghadapi tekanan tersebut. Seseorang yang memiliki mental yang kuat tidak akan pernah terlintas di dalam pikirannya untuk melakukan tindakan bunuh diri.Tapi pada mereka yang sebaliknya akan dengan mudah memilih tindakan ini untuk alasan yang sederhana.

Selayaknya kita mulai memperhatikan orang yang berada di dalam keluarga kita seperti anak,istri, suami , orang tua khususnya dan kenalan kita secara umumnya.Perubahan prilaku yang tidak seperti biasanya terutama dalam jangka waktu lama hendaknya segera disikapi dengan baik.Contohnya siA berwatak periang mendadak menjadi muram dan mengurung diri dalam beberapa hari.Berusahalah mencari tahu penyebabnya melalui pendekatan pada dirinya atau melalui teman teman dekatnya. Bersikaplah bijaksana  dan dapat menjadi orang yang dapat  dipercaya dan mau mengerti. Orang tua yang memiliki anak yang masih remaja mungkin akan menghadapi kondisi dimana mereka patah hati, rendah diri, tertekan oleh lingkungan sekolah ,sebaiknya tidak mengabaikan perasaan mereka.Menganggap mereka cengeng, lemah mengada-ada akan meyebabkan mereka kehilangan tempat berlindung dan menggantungkan harapan dan kekuatan diri mereka kembali.

Menciptakan rumah tangga  yang hangat,nyaman dengan anggota kelauarga yang saling terbuka dan mendukung  akan memberikan efek positif dalam menghadapi dan memecahkan masalah yang berat.

Kita sepatutnya bersedih karena kondisi keluarga dan masyarakat saat ini terutama di kota besar tidak lah seperti yang diharapkan.  Komunikasi basa basi, tidak acuh, kesibukan luar biasa karena pekerjaan, tidak   dapat dipercaya, tidak  berkeinginan memberikan jalan keluar kepada orang lain  yang membutuhkan,  persaingan yang ketat dan tidak jarang menjadi tidak sehat  dan lain lain yang mungkin dapat anda temukan sendiri. SEmua kondisi ini menyebabkan mereka yang tinggal dalam kondisi ini akan menjadi individu yang kesepiaan dan kehilangan harapan .Jalan pintas yang mungkin  akan diambil untuk semua kebuntuan tadi adalah BUNUH DIRI.

Marilah kita menyehatkan jiwa kita sendiri dan keluarga.Dengan demikiaan  harapan untuk membantu mereka yang mengalami “jiwa yang sakit” dapatlah kita lakukan.

NB: hari  ini saya membaca lagi berita  tentang bunuh diri .Sepasang suami istri yang meninggalkan 3 anak yang mansih kecil-kecil dan seorang pemuda berusia 20 tahun yang menjadi tulang punggung keluarga.Alasan mereka sama .Putus asa karena tidak tahan dengan beban hidup/ekonomi yang ada di pundak mereka.Rp.25 .000 per hari sebagai upah buruh sangat tidak cukup untuk  memenuhi kehidupan mereka yang paling sederhana.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: