GELANDANGAN

Gelandangan ,asal katanya adalah gelandang, yang berarti yang selalu mengembara,yang berkelana. Ada pandangan bahwa gelandangan adalah sisa kebiasaan mengembara yang sudah muncul dalam masyarakat tradisional ,yang pada masa itu justru dilihat dengan pandangan romantisme. Ada beberapa jenis pengembara lagi yang berasal dari bidang seni. Rombongan tukang ngamen  atau pemain reog.

Gelandangan juga dilukiskan sebagai orang yang tidak mempunyai pekerjaan yang tetap dan layak juga tidak memiliki tempat tinggal yang tetap dan layak. Makan disembarang tempat dan seringkali tidak layak,seperti mengambil dari tempat sampah.Pekerjaan mereka   berupa pengumpul barang bekas, mengemis, kuli angkut,  pekerja seks , kriminal seperti mencuri, mencopet dan lain lain yang semuanya dilakukan secara tidak tetap. Hidup mereka dapat berkelompok atau menyendiri.

Gelandangan muncul akibat  perpindahan penduduk dari desa ke kota.Desa yang tidak lagi dapat menjamin kelangsungan hidup yang layak, perkembangan bagi mereka yang sudah mengeyam pendidikan, tidak punya tanah garapan, terpancing  cerita atau keberadaan teman yang pulang dari kota, tayangan telivisi yang menonjolkan kehidupan sosial yang mewah, sementara kota sepertinya menjanjikan semua hal yang muluk tersebut. Bagi mereka yang memiliki kenalan dan ketrampilan  keadaan mungkin akan lebih baik.Tapi mereka yang datang tanpa kenalan serta tanpa ketrampilan apapun sering berakhir menjadi gelandangan.Kembali ke desa adalah pilihan terakhir atau bukan pilihan sama sekali karena  malu.

Banyak hal yang menyebabkan seseorang menjadi gelandangan. Masalah gelandangan sangat rumit.  Faktor ekonomi menjadi pemicu utama.  Seharusnya pemerintah mampu meratakan pembangunan disetiap desa, membuka lapangan kerja, mengatur kepemilikan tanah  garapan,sawah sehingga tidak dengan mudah dikuasai oleh mereka yang bermodal besar,Tanah itu berubah fungsi menjadi bangunan, atau tetap tanah garapan tapi tidak lagi dapat dipergunakan oleh petani setempat.

KIta adalah kelompok keluarga.Tidak dapat mengabaikan keberadaan mereka,karena mereka adalah manusia yang kehilangan hak hidup normal mereka. Mengembalikan mereka kepada kehidupan normal bukan perkara mudah. Yang paling mungkin dapat kita lakukan untuk membantu mereka adalah menghilangkan stigma buruk  terhadap mereka yang ada di dalam pikiran kita.Mengusahakan lapangan kerja  dengan memberikan kesempatan bagi mereka yang sudah memdapat pelatihan di panti sosial, bahkan yang lebih ideal adalah bersama memajukan desa mandiri. Membuka peluang pendidikan sekaligus pekerjaan di desa.

Pada dasarnya gelandangan bukan orang yang pemalas, tapi mereka hanya tidak beruntung dan tidak mendapat kesempatan mencicipi kemajuan pembangunan dan ekonomi negara ini.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: