TULI

Dulu ku kira,

jangkrik bernyanyi  siang hari.

Seperti kusangka,

kutilang berkicau di pucuk cempaka.

Dan tak ku duga, gelang rantaiku,

meninju gendang telinga,

mereka yang disebelahku.

 

Dari ada menjadi tiada,

Pernah kucicip semua kata

desau angin di sela daun

gesekan dawai yang bening

suaramu…

 

Kini,

ku telah menerima,

mata bersorot iba,

mulut membulat

jari memeta,

bahu mengedik  ,

 

Kunikmati hening di tengah ramai,

alam murni suara Illahi.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: