Kebencian

Pernahkah anda membenci sesorang atau sesuatu ? Kebencian yang membuat anda merasa harus menahan nafas saat memdengar atau menyebut nama nya? Tumbuh dari sumsum  tulang belakang anda, dan menerobos seluruh sel sel tubuh anda melalui darah. Hal yang membuat anda begitu letih dan putus asa.

Kebencian  adalah perasaan tidak senang, tidak suka,menyakitkan yang timbul karena suatu kondisi yang tidak anda inginkan.Anda mungkin tidak berdaya untuk menghindari kondisi yang muncul.Kondisi yang bisa secara langsung mengenai fisik,atau perasaan anda,atau ke duadua nya.

Pernahkah anda sadar, bahwa kebencian membawa energi negatif pada tubuh dan kehidupan anda? Merusak secara perlahan lahan  organ vital , mengacaukan metabolisme tubuh, dan bahkan mengalir pada kehidupan lain disekitar anda. Anda menjadi manusia yang tidak berbahagia.

Andaikan anda  seseorang yang dibebani  oleh rasa benci itu, cobalah sekarang juga untuk mengatasi perasaan tersebut. Perasaan yang nyaris tidak bermanfaat  dan bisa membahayakan kehidupan anda.

Mari.. berdirilah didepan kaca, amati wajah anda. Siapakah yang anda lihat. Apakah dia sosok yang anda kenal. Seseorang yang dulu berwajah riang dengan senyum hangat yang selalu menghiasi bibir. Sekarang mungkin sosok berwajah letih,muram dan senyum sinis diujung bibir.

Tatap mata anda…,Sorot mata itu apakah anda kenal? Yang biasanya mungkin bercahaya, bersahabat, dan bersemangat, hanya tinggal  sepasang mata yang redup, tanpa semangat bahkan penuh kecurigaan .

Itu andalah anda sekarang!

Buanglah kebebcian anda kekeranjang sampah.Anda mungkin tidak dapat melupakan hal yang menjadi penyebab.Secara fisiologis itu akan tertanam di memori otak anda. Tapi anda dapat menyingkirkan nya dengan merubah penerimaan anda pada perasaan .Menerima dan memaklumi bahwa tidak mungkin segalanya disesuaikan dengan keinginan anda.Seperti melihat tetangga yang hampir sepanjang hari melakukan kegiatan di halaman nya.menimbulkan bunyi yang cukup mengganggu.Anda mungkin akan menegurnya,tapi dapatkah anda memaksanya untuk berhenti.

Menerima kondisi yang menyakitkan anda ,dengan keyakinan bahwa segalanya mungkin dapat terjadi diluar rencana dan keinginan anda.Anda tak perlu merasa bersalah  dan beranggapan bahwa andalah sebagai penyebab. Mulailah membuka diri terhadap perubahan. Anda adalah pribadi yang patut dihargai,pribadi yang berbahagia. Tidak ada yang dapat membuat  anda mejadi bersedih, benci, tidak berbahagia.tanpa izin  pribadi anda.

Biarkan sumber kebencian itu menari-nari diluar kehidupan anda.Abaikan.  Diluar semua usaha itu  dekatkan diri anda pada Allah yang senantiasa mencintai anda tanpa batas.Memohon keikhlasan menerima semuanya.

Berbahagialah…!!!

 

Mendengar Dengan Mata

“Seorang gadis kecil pulangke rumahdari sekolahnya membawa gambar yang dibuatnya di kelas.Ia masuk ke dapur sambil menarinari,menghampiri ibunya yang tengah menyiapkan makan malam.

“Mam,tahu nggak?’ serunya sambil mengacung-acungkan gambarnya.

Ibunya tidak menoleh.

“Apa ?” katanya sambil tetap memperhatikan panci-panci.

“Tahu nggak?”si anak  mengulang  sambil mengacung-acungkan gambarnya.

“Apa?” kata ibunya sambil membereskan piring-piring.

“Mama tidak mendengarkan”.”Sayang,iya Mama mendengarkan”.

“Mam,Si anak berkata, Mama tidak mendengarkan dengan mata Mama”.

Kisah ini dikutip dari buku karya MITCH ALBOM berjudul HAVE A LITTLE FAITH,hal  64.

indonesia mencari bakat

Acara Indonesia mencari bakat saat ini sedang digemari nyaris semua orang,termasuk keluarga kami.Masing masing memiliki favorit sendiri sendiri.Brandon,Klantink,JP dan Putri Ayu nominasi utama. Acara ini memang betul-betul acara keluarga. Tapi pernahkah anda berpikir bahwa acara ini  mempengaruhi cita-cita dan harapan seseorang,khususnya anak anda?  Secara tak terduga seorang teman bercerita tentang anaknya, yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama. Awalnya anak nya bercita cita menjadi polisi, dan bersifat agak pendiam.Setelah berkali kali menonton tayangan tersebut diatas  mendadak senang bernyanyi, meskipun suaranya tidak lah bagus. “Aku ingin menjadi penyanyi ” katanya pada temanku. Lho…!

racun disekitar kita,lewat dapur.

Membuat menu keluarga bukan perkara mudah.Selera keluarga,sebagai hal pedoman awal agar anggota keluarga dapat menikmati sajian dengan berselera. Setelah itu perlu pula dipikirkan telah memenuhi kebutuhan gizikah makanan tersebut?
Kita dapat m,empermudah hal ini dengan mengintip  saran menu yang sering ada di majalah atau media lain. Setelah itu menyusun menu mingguan.

Sekarang kita  tinggal membeli bahan yang diperlukan . Disinilah kesulitan yang utama muncul. Sehatkah bahan -bahan itu? Tidak dapat disangkal bahwa bahan makanan yang tersedia banyak yang terkontaminasi bahan yang berbahaya untuk kesehatan manusia.Ingatkah anda tentang masalah formalin,borax, pemutih, yang secara tidak bertanggung jawab diberikan pada bahan makanan  dengan berbagai alasan. Ikan sangat penting untuk kesehatan,dan menjadi pilihan utama sebagai sumber protein ,rendah kolesterol, mengandung omega dan lain dan lain yang banyak dituliskan dan di dorong pemakaiannya pada masyarakat. Tapi kita tidak yakin aman dengan pengawet formalinn! Menu lalapan juga pilihan sehat.Tapi bagaimana dengan pestisida yang yang disemprotkan untuk  menghalau hama? Begitu juga tempe,tahu tidak lagi kita yakini bahwa itu tidak mengandung campuran bahan lain, ikan asin, ayam potong maupun ayam olahan.

Bisa saja kita menutup mata dengan menganggap bahwa semua aman,toh sudah dikontrol oleh pemerintah.Tapi kontrol yang tidak terus menerus dan pemberian ganjaran pada pelaku yang  tidak membuat  jera ,menyebabkan  kemungkinan tersebut tetap ada.

Tanggung jawab para produsen makanan memang menjadi kunci permasalahan ini. Penjual yam tidak lagi memaksakan menjual ayam yang sudah mati/busuk dengan merendam dengan bahan berbahaya seperti pemutih, menipu pembeli dengan menjajakannya sebagai makanan olahan dengan harga murah. Tidak ada alasan rugi atau tidak tahu.Pembeli pun harus semakin jeli.Perhatikan dengan jelas tanda-tanda bahan segar yang sudah disebarkan pemerintah,tidak tergoda oleh bahan/makanan murah.  Kita tidak mengalami dampak itu segera.Perlu proses lama bahan -bahan berbahya itu menggerogoti organ tubuh kita. Sungguh…kita harus bertanggung jawab pada  kesehatan  keluarga.

Selayaknya kita meminta pemerintah bersungguh-sungguh menjamin kesehatan masyarakat  dengan memastikan tidak ada lagi bahan berbahaya yang beredar di pasaran,dengan memantau secara ketat dan berkesinambungan,memberi solusi pada penyedia bahan/produsen  agar dapat mempergunakan pengawet yang dibenarkan untuk mencegah kerugian, dan bentuk  tindakan lainnya yang menguntungkan kedua belah pihak,pembeli dan penjual.  Dalam hal ini yang jelas menjadi pihak paling dirugikan adalah pembeli.

Mari menjadi pembeli yang jeli dan berani untuk tidak membeli.Percayalah hal ini akan memberi dampak positif.Karena penjual tidak mendapat keuntungan apapun dengan tipu daya mereka.